Ekologi Dan Feminisme: Ekofeminisme | NewsGram

Ekologi Dan Feminisme: Ekofeminisme | NewsGram


Feminisme adalah gerakan progresif yang didedikasikan untuk mencapai kebebasan sosial, politik, dan ekonomi untuk semua jenis kelamin. Ini tentang mengubah persepsi orang tentang hak laki-laki dan perempuan (terutama perempuan) dan mengadvokasi kesetaraan sejati untuk semua. Ekofeminisme, juga dikenal sebagai feminisme ekologis, adalah bagian dari feminisme yang mempelajari hubungan perempuan dengan alam. Didirikan pada tahun 1970-an oleh aktivis wanita Prancis, Francois d’Eaubonne, ekofeminisme berfokus pada hubungan antara wanita dan alam.

Ikuti NewsGram di Indonesia untuk tetap update tentang berita Dunia.

Alam telah menjadi feminin karena dianggap memiliki semua karakteristik yang sama dengan wanita. Bagaimanapun, hal itu telah memainkan peran dalam peran stereotip perempuan dalam masyarakat. Posisi wanita di masa lalu hanyalah sebagai ibu yang peduli, mirip dengan bagaimana alam menjaga semua makhluk hidup. Berikut penjelasan bagaimana alam dimanifestasikan. “Ibu Pertiwi” dan “Ibu Pertiwi” adalah istilah yang kita gunakan untuk berhubungan dengan alam. Dan kemudian ada anggapan bahwa wanita itu penyayang dan lembut.

Selama revolusi ilmiah, alam semakin dilihat sebagai wanita yang dapat dikendalikan dan dipelajari dengan eksperimen. Pixabay

Alam secara bertahap dianggap sebagai wanita untuk dimanipulasi dan dianalisis dengan eksperimen selama revolusi ilmiah. Ini membantu manipulasi alam dan mendorong persepsi perempuan sebagai entitas yang dapat dikendalikan. Hal ini memicu munculnya feminisme ekologis, karena feminis mulai melihat hubungan antara eksploitasi perempuan dan alam.

Eksploitasi alam dan perempuan, menurut ekofeminist, terkait dengan kecenderungan patriarki untuk mengontrol dan menindas keduanya. Akibatnya, ekofeminisme didasarkan pada keyakinan bahwa perempuan dan alam secara historis tertindas agar pertumbuhan sosial dapat berjalan. Hal ini membuat perempuan dianalogikan dengan alam, terutama dari perspektif teraniaya.

Ekofeminisme memandang manusia dan alam sebagai bagian dari jaringan hidup yang terintegrasi, bukan superior satu sama lain. Menurut ekofeminis, penindasan lingkungan, perempuan, dan rasial saling terkait. Mereka mempromosikan keadilan, martabat, kejujuran, dan etika kepedulian dalam semua aspek kehidupan. Orang dari semua jenis kelamin, ras, warna kulit, kelompok, usia, kepercayaan, dan semua organisme hidup dipersilakan untuk terlibat dalam ekofeminisme.

Ekofeminisme
Alam menjadi feminin karena, pada periode ketika sebagian besar literatur romantis ditulis, ia dipandang memiliki kebajikan yang serupa dengan wanita. Pixabay

BACA JUGA: Perawatan Kanker Payudara Baru Yang Hanya Membutuhkan Waktu Lima Menit

Tetapi tidak cukup hanya berkonsentrasi pada masalah lingkungan. Sistem patriarki yang telah mempengaruhi manusia dan selain manusia harus dibongkar. Banyak tantangan sosial, budaya, dan kesehatan yang mendalam muncul dari dominasi sebagian komunitas atas yang lain, terutama masalah kebrutalan, pelecehan, dan perusakan, serta perusakan lingkungan.

Kita harus mendukung martabat semua manusia, hewan, dan dunia. Oleh karena itu, kita harus menahan diri untuk tidak menggunakan terminologi naturis patriarkal dan seksis untuk meremehkan manusia atau keberadaan alam.

By- khushi bisht


Diposting Oleh : http://54.248.59.145/