Merawat Ibu dan Bayi yang Baru Lahir COVID +

Merawat Ibu dan Bayi yang Baru Lahir COVID +


Banyak wanita hamil positif COVID-19 mengalami gejala pilek atau flu ringan. Namun, wanita hamil yang lebih tua, kelebihan berat badan, atau memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti hipertensi dan diabetes tampaknya mengembangkan penyakit yang parah.

Menurut Dr. Sakshi Goel Chakraborty, Konsultan Obstetri & Ginekologi, Madhukar, alasan utama yang dipertimbangkan untuk penularan SARS-COV-2 ke neonatus adalah melalui tetesan pernapasan selama periode pascanatal. Rumah Sakit Anak Rainbow, Delhi.

Ikuti NewsGram di Indonesia untuk tetap update tentang berita Dunia.

Tidak ada bukti konklusif untuk membuktikan bahwa virus dapat ditularkan dari ibu yang positif COVID-19 ke janin atau bayinya setelah melahirkan. Lebih lanjut Dr. Goel menambahkan: “Untuk bayi yang lahir dari wanita dengan COVID 19, hasil keseluruhannya positif. Menurut sebuah penelitian, hanya 2-5 persen bayi yang terinfeksi melalui ibu yang positif COVID-19. ”

Menurut Dr. Sakshi Goel Chakraborty, “Ibu yang positif COVID-19 harus diajarkan untuk mempraktikkan perawatan kulit-ke-kulit / kanguru dengan kebersihan pernapasan yang baik. Ini membantu membentuk ASI eksklusif dan membantu bayi berkembang lebih cepat dan lebih sehat. Ibu juga harus menjaga kebersihan pribadinya, seperti mencuci tangan sebelum menyentuh bayi. Semua permukaan yang disentuh ibu harus dibersihkan. Juga, seseorang harus selalu memakai masker medis, saat melakukan kontak fisik dengan bayi. “

Tidak ada bukti konklusif untuk membuktikan bahwa virus dapat ditularkan dari ibu yang positif COVID-19 ke janin atau bayinya setelah melahirkan. Pixabay

Meskipun virus belum terdeteksi dalam ASI ibu yang positif COVID dan tidak ada bukti penularan virus melaluinya, oleh karena itu, risiko bayi tertular virus lebih rendah.

Cara terbaik untuk menjaga bayi tetap aman dalam pandemi yang sedang berlangsung adalah dengan mempraktikkan jarak sosial karena akan membatasi risiko infeksi pada bayi baru lahir. Bayi sebaiknya hanya tinggal dengan anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala atau diduga COVID maka harus diisolasi dari bayinya. Keluarkan bayi hanya dalam kasus kebutuhan besar seperti check-up karena akan membantu mencegah sebagian besar infeksi.

BACA JUGA: Risiko IMS Lebih Besar pada Orang di Atas 45

Kata Dr. Sakshi Goel Chakraborty, “Sesuai pedoman terbaru yang dikeluarkan oleh WHO, seorang ibu yang positif COVID harus melakukan hal-hal berikut: Tangan harus dibersihkan menggunakan sabun dan air terutama sebelum dan sesudah menyentuh bayi. Semua permukaan yang pernah disentuh bunda harus dibersihkan menggunakan sanitizer secara berkala. Seorang ibu yang batuk dan harus menyusui harus membersihkan dadanya dengan sabun dan air. Tidak perlu membersihkannya setiap kali sebelum menyusui tetapi secara berkala. ” (IANS)


Diposting Oleh : HK Pools