Orang Dengan Masalah Jantung Berisiko Tinggi Selama Musim Dingin

Orang Dengan Masalah Jantung Berisiko Tinggi Selama Musim Dingin


Musim dingin sering kali menyenangkan, tetapi juga bisa mengganggu jika menyangkut hati Anda. Musim dingin adalah waktu ketika orang-orang yang berisiko tinggi atau mereka yang memiliki masalah jantung, dapat terkena serangan jantung. Selain itu, orang dengan masalah jantung termasuk dalam kategori berisiko tinggi dan mungkin jatuh sakit karena virus Corona.

Penurunan suhu yang tiba-tiba menyebabkan penyempitan pembuluh darah perifer sehingga memberi tekanan ekstra pada jantung Anda. Hal ini akan mengakibatkan suplai oksigen yang rendah ke jantung karena meningkatnya kebutuhan jantung. Akibatnya, jantung Anda harus melakukan upaya ekstra untuk memompa oksigen dan darah. Oleh karena itu, mereka yang menderita gagal jantung dapat mengalami gejala yang juga dapat menyebabkan kematian.

Ikuti NewsGram di Facebook untuk tetap update.

Menurut sebuah penelitian, ada sekitar 2 persen peningkatan risiko terkena serangan jantung untuk setiap penurunan suhu 1,8 derajat Fahrenheit. Pada 2015, penelitian lain mengungkapkan bahwa jika Anda membandingkan bulan terdingin dalam satu tahun dengan bulan terhangat dalam setahun, ada peningkatan serangan jantung sebesar 31 persen di bulan-bulan terdingin. Ini adalah waktu ketika pembuluh darah seseorang berkontraksi dan ini dapat meningkatkan tekanan darah Anda sehingga Anda berisiko terkena serangan jantung atau bahkan stroke. Bahkan mereka yang tidak menyadari kondisi jantung mereka yang sudah ada sebelumnya rentan terkena penyakit jantung di musim ini.

Jika suhu tubuh seseorang di bawah 95 derajat maka mereka akan menderita hipotermia yang dapat berdampak pada otot jantung. Dengan demikian, orang yang menghabiskan waktu maksimal dalam cuaca dingin, terutama penggemar olahraga dapat menderita hipotermia yang tidak disengaja. Ini adalah tahap ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada saat menghasilkan panas yang menyebabkan suhu tubuh sangat rendah; itu bisa berakibat fatal. Orang yang lebih dari 60 tahun dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, perokok, atau pengunyah tembakau bisa mengalami nyeri dada. Faktor penting lainnya adalah stres emosional yang akan mengundang serangan jantung.

Penurunan suhu yang tiba-tiba menyebabkan penyempitan pembuluh darah perifer. Pixabay

Berikut adalah rencana untuk menjaga kesehatan jantung Anda selama hari-hari yang dingin itu.

Tetap hangat selama hari-hari yang lebih dingin itu: Anda harus berolahraga dalam cuaca dingin jika Anda memiliki masalah jantung. Cobalah untuk sering istirahat dan tetap hangat. Kenakan pakaian wol, topi, dan sarung tangan. Atau kenakan pakaian berlapis dan bahkan kaus kaki penuh. Jagalah agar rumah Anda tetap hangat. Waspadai gejala serangan jantung seperti nyeri dada, mual, bahkan kantuk. Hindari berolahraga dalam cuaca dingin. Sebaliknya, pilihlah latihan dalam ruangan. Jangan lakukan latihan apa pun yang menekan jantung Anda.

Pantau tekanan darah Anda setiap hari: Jika Anda salah satu dari mereka yang memiliki masalah tekanan darah tinggi, maka sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan jumlah Anda, karena hal itu dapat meminimalkan risiko serangan jantung. Oleh karena itu, Anda harus meminum obat yang diresepkan oleh dokter tepat waktu.

BACA JUGA: Efek Menyenangkan dari Alkohol Dapat Mengakibatkan Gangguan

Batasi alkohol dan hindari merokok sama sekali: alkohol dapat melebarkan pembuluh darah di kulit dan membuat Anda merasa lebih hangat dengan mengeluarkan panas dari organ vital tubuh Anda. Demikian pula, merokok menyebabkan aterosklerosis. Tak hanya itu, mereka yang merokok juga bisa mengalami serangan jantung. Merokok mengurangi aliran oksigen ke jantung, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah Anda.

Makan dengan baik: Pilihlah buah dan sayuran segar, biji-bijian, kacang-kacangan, polong-polongan, dan kacang-kacangan. Minum sup hangat atau makan makanan panas. Hindari makan makanan yang penuh dengan garam atau gula. Katakan TIDAK pada makanan olahan, sampah, dan berminyak. Kurangi lemak jenuh dan pertahankan berat badan yang optimal. Cobalah teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi, ini akan mengurangi stres Anda dan membantu Anda menenangkan diri. Penulis, Bipeenchandra Bhamre, adalah Konsultan Ahli Bedah Jantung di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Yayasan Reliance Sir HN di Mumbai. (IANS)

Diposting Oleh : Keluaran SGP