Pemberontakan Moplah 1921: Pembantaian Terhadap Hindu

Pemberontakan Moplah 1921: Pembantaian Terhadap Hindu


Oleh Shweta Porwal

Pemberontakan Moplah, juga dianggap sebagai kerusuhan Moplah tahun 1921, adalah rangkaian kerusuhan Mappila Muslim di Kerala pada tahun 19th dan 20th abad melawan Inggris dan tuan tanah Hindu di Malabar. Ini dimulai sebagai perlawanan terhadap pemerintahan Inggris dan mendukung gerakan khilafat tetapi kemudian berakhir dengan kekerasan komunal terhadap umat Hindu. Pemberontakan Moplah adalah versi panjang dari gerakan khilafat di Kerala pada tahun 1921.

Muslim tiba di Kerala pada 7th abad M sebagai pedagang melalui laut Arab. Mereka diberi izin untuk berdagang dan menetap oleh penguasa asli mereka. Beberapa dari mereka menikah dengan wanita lokal dan menetap. Perdagangan yang biasa diikuti Moplah adalah penggarap tanah di bawah Jenmis yang merupakan kasta atas Hindu. Setelah kematian Sultan Tipu, Malabar berada di bawah kepemilikan otoritas Inggris yang menyebabkan para petani menghadapi sewa tinggi dan kurangnya keamanan yang menyebabkan kerusuhan oleh Mophals, di mana banyak pejabat pemerintah dan tuan tanah Hindu terbunuh.

Selanjutnya, ketika Gerakan Khilafat dimulai, terjadi kekerasan skala besar di mana Moplah menyerang kantor polisi dan menyita pengadilan dan kas pemerintah. Mophals menyerang Hindu Jenmis atau tuan tanah yang mengakibatkan tuan tanah Hindu menjadi korban Moplah.

Tahanan Pemberontakan Moplah akan diadili di Kalikut. Wikimedia Commons

Para pemimpin Gerakan Pemberontakan Moplah adalah-

  1. Variyankunnath Kunjahammed Haji.
  2. Seethi Koya Thangal dari Kumaranpathor
  3. Ali Musliyar.

Variyankunnath Kunjahamed Haji lahir di sebuah keluarga Muslim yang makmur pada tahun 1870. Dia dibesarkan dengan mendengar cerita tentang penyiksaan dan ketidakadilan. Haji, di usia yang sangat muda, selalu menciptakan masalah hukum dan ketertiban. Dia diasingkan ke Mekah setelah dia ditemukan terlibat dalam serangkaian serangan komunal terhadap umat Hindu, dia juga biasa memasok wanita ke orang Arab untuk dijadikan selir mereka. Belakangan, setelah sekian tahun ia diizinkan kembali ke Kerala, dengan syarat ia tidak akan mengunjungi tempat asalnya lagi.

Memang benar bahwa pada tahap awal dia tidak berbalik melawan Hindu tetapi begitu dorongan Islamisasi diperoleh dia menunjukkan warna komunalnya yang sebenarnya dan mengambil kesempatan untuk membunuh dan secara paksa mengubah umat Hindu menjadi Islam.

BACA JUGA: Mahkamah Agung: Kuota NRI Tidak Wajib Di Perguruan Tinggi Kedokteran

Belakangan, pemerintah Inggris memadamkan pemberontakan tersebut. Selama 6 bulan sejak Agustus 1921, pemberontakan meluas lebih dari 2.000 mil persegi, 10.000 orang kehilangan nyawa, 1652 luka-luka, 4.5404 dipenjara dan 2.337 pemberontak tewas.

Pada Januari 1922, Inggris mengkhianati Haji melalui teman dekatnya dan menangkapnya. Dia dijatuhi hukuman mati bersama dengan semua yang terlibat.

Tahun 2021 akan menandai 100th peringatan tahun pemberontakan Malabar 1921. Topik ini menjadi kontroversi setelah pengumuman sebuah film Malayalam, berdasarkan dalang Genosida 1921- Variamkunnath Kunjahammed Haji.

Diposting Oleh : https://totohk.co/