Pemerintah Segera Mengumumkan Standar Forensik

Pemerintah Segera Mengumumkan Standar Forensik


Pemerintah akan segera mengumumkan standar forensik berdasarkan rekomendasi Institute of Chartered Accountants, Kementerian Urusan Korporat akan memberitahukan pada baris Standar Akuntansi, Standar Forensik dan ini akan berlaku untuk semua auditor yang melakukan akuntansi forensik atas perintah bank yang telah mematuhi berbagai edaran RBI tentang Peminjam Non Koperasi, Willful Defaulters, dan Klasifikasi Penipuan. Selain itu, IBBI, dewan kebangkrutan juga akan menggunakan standar tersebut untuk keperluan audit forensik terkait IBC.

Ada ratusan kasus di berbagai pengadilan di India tentang hal ini yang diajukan oleh peminjam, perusahaan, dan individu.

Ikuti NewsGram di Facebook untuk tetap update.

10 Desember 2020, perintah Bench Divisi Pengadilan Tinggi Telangana (dalam kasus SBI & lainnya Vs. Tuan Rajrsh Agarwal & lainnya) menyatakan bahwa pernyataan akun sebagai ‘penipuan’ sesuai dengan edaran RBI tentang Klasifikasi Penipuan oleh bank tanpa mengikuti prinsip keadilan alamiah, sewenang-wenang dan ilegal, telah digugat oleh SBI dan bank lain di hadapan Mahkamah Agung. Dapat dipahami bahwa RBI juga sedang dalam proses mengajukan banding atas perintah Pengadilan Tinggi Telangana tersebut. Majelis Mahkamah Agung yang diketuai oleh Hakim Nariman akan menyidangkan masalah ini pada 26 Maret 2021.

Kementerian Urusan Korporat akan memberi tahu di telepon. Pixabay

Mahkamah Agung pada tahun 2019 atas perintah Hakim Nariman telah mewajibkan bank untuk mengikuti prinsip keadilan alami sambil berupaya mengklasifikasikan rekening sebagai ‘mangkir yang disengaja’ sesuai dengan edaran RBI tentang Willful Defaulters pada tahun 2015. Perintah Mahkamah Agung dalam SBI banding pada 26 Maret 2021, diperkirakan akan berdampak langsung pada semua kasus yang menunggu keputusan ini di seluruh India.

BACA JUGA: Pada 2023, 75% Perusahaan akan Menyewa Ahli Forensik Perilaku AI

Bank pada umumnya menyatakan suatu rekening sebagai ‘mangkir yang disengaja’ atau ‘penipuan’ berdasarkan laporan auditor forensik yang ditunjuk oleh bank. Namun, hingga saat ini, tidak ada standar forensik yang ditentukan yang mengamanatkan atau memandu bagaimana auditor diharuskan untuk mendekati rangkaian transaksi tertentu sebelumnya. Dalam upaya untuk memberikan kejelasan dalam hal ini, Institute of Chartered Accountants of India segera berusaha untuk memperkenalkan seperangkat standar akuntansi forensik yang perlu diterapkan untuk mengevaluasi dan menyelidiki transaksi yang dimaksud.

Meskipun diharapkan bahwa standar yang ditetapkan oleh ICAI akan memberikan panduan ke depan, validitas laporan forensik yang ada yang tidak mengikuti metodologi atau standar yang ditetapkan tidak jelas. Akibatnya, tindakan bank untuk mengandalkan laporan forensik tersebut sambil menyatakan akun sebagai ‘penipuan’ juga perlu ditinjau kembali. (IANS / SP)

Diposting Oleh : Hongkong Pools