Riset: Pandemi Telah Mempengaruhi Sikap dan Perilaku Wisatawan

Riset: Pandemi Telah Mempengaruhi Sikap dan Perilaku Wisatawan


Pandemi telah mempengaruhi sikap dan perilaku wisatawan dengan cara yang tidak terduga, seringkali secara tidak sadar, kata sebuah studi baru. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of Tourism Research, menunjukkan bahwa pariwisata pasca pandemi dapat mengekang motivasi kita untuk petualangan baru.

“Kami menemukan bahwa ancaman COVID-19 juga membuat orang melebih-lebihkan kepadatan ruang publik dan merasa tidak nyaman di tempat-tempat ramai seperti restoran atau pusat perbelanjaan,” kata peneliti Florian Kock dari Copenhagen Business School. “Memahami dampak psikologis jangka panjang dari pandemi akan menjadi faktor keberhasilan penting bagi bisnis selama dan lama setelah era Covid-19,” tambah Kock.

Ikuti NewsGram di LinkedIn untuk mengetahui apa yang terjadi di seluruh dunia.

Untuk studi tersebut, tim menerapkan dua studi berbasis survei pada awal pandemi dengan 960 pelancong untuk memahami perubahan yang mengakar dari sikap dan perilaku perjalanan, mengumpulkan wawasan empiris. Mereka menemukan bahwa perasaan rentan terhadap Covid-19 mengaktifkan apa yang disebut ‘sistem kekebalan perilaku’ yang pada gilirannya membuat orang terlibat dalam berbagai perilaku yang membantu nenek moyang kita bertahan hidup saat menghadapi penyakit.

BACA JUGA: Turis India Membantu Pertumbuhan Pariwisata Lokal

Dalam studi pertama, penulis mengukur sejauh mana individu memandang risiko infeksi Covid-19 yang lebih tinggi. Mereka menemukan bahwa mereka yang takut dengan Covid-19 lebih cenderung menjadi nasionalis dan xenofobia, yang berarti mereka menyukai orang-orang yang seperti diri mereka sendiri dan menghindari orang asing. Dalam studi kedua, mereka menemukan bahwa turis yang menganggap Covid-19 sebagai ancaman besar, secara tidak sadar terlibat dalam perilaku untuk menurunkan persepsi risiko terkait perjalanan mereka.

Dengan demikian, wisatawan menemukan strategi untuk mengurangi risiko perjalanan dengan, misalnya, bepergian dalam kelompok, membeli asuransi perjalanan, dan mengunjungi tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi sebelumnya, sehingga meningkatkan loyalitas destinasi. (IANS / SP)

Diposting Oleh : HK Pools