Serangan Di Kuil Hindu Di Rawalpindi Oleh Penyerang

Serangan Di Kuil Hindu Di Rawalpindi Oleh Penyerang


Penyerang tak dikenal menggeledah sebuah kuil Hindu berusia 74 tahun yang terletak di daerah Purana Qila di Rawalpindi. Menurut aparat kepolisian, kasus telah didaftarkan di stasiun Bani Gala terhadap serangan yang terjadi pada Minggu dini hari itu.

Pihak berwenang mengatakan bahwa kuil itu sedang dipugar dan pekerjaan konstruksi serta perbaikan sedang berlangsung selama sebulan terakhir. Lebih lanjut terungkap bahwa karena proses restorasi, tidak ada ritual keagamaan yang berlangsung di kuil, juga tidak ada berhala di tempat itu.

Ikuti NewsGram di Facebook untuk tetap update.

“Sepuluh hingga 12 orang datang dan menggeledah pintu dan tangga kuil di sisi luarnya, yang mempengaruhi pekerjaan konstruksi,” kata Syed Raza Abbas, Asisten Petugas Keamanan, Properti Perwalian Evacue, Zona Utara, Rawalpindi, mengatakan.

Komunitas Hindu di Pakistan telah meminta pemerintah untuk memastikan keselamatan dan keamanan situs keagamaan mereka dan memfasilitasi mereka dalam menjalankan ritual keagamaan mereka. Pexels

Administrator kuil Om Prakash mengungkapkan bahwa keamanan telah dikerahkan di rumahnya serta kuil tersebut setelah insiden tersebut. Serangan terhadap kuil Hindu bukanlah yang pertama karena penjahat telah menyerang banyak orang di berbagai bagian negara di masa lalu. Komunitas Hindu di Pakistan telah meminta pemerintah untuk memastikan keselamatan dan keamanan situs keagamaan mereka dan memfasilitasi mereka dalam menjalankan ritual keagamaan mereka.

BACA JUGA: Kuil Hindu Di Pakistan Dirusak Oleh Serangan Massa

Pada Desember 2020, seorang ulama telah mengobarkan para pendukung dan pengikutnya dalam menyerang situs bersejarah di provinsi Khyber Pukhtunkhwa, memicu pemerintah untuk mengambil langkah-langkah tidak hanya untuk mengamankan situs tetapi juga merenovasi situs tersebut. Pakistan telah menghadapi kritik global atas perlakuannya terhadap minoritas Hindu, yang telah menjadi sasaran konversi paksa, penculikan, serangan brutal, dan serangan terhadap situs-situs keagamaan. (IANS / JC)

Diposting Oleh : http://54.248.59.145/