Siswa Harus Terlibat Dalam Pemikiran Kritis: PM Modi

Siswa Harus Terlibat Dalam Pemikiran Kritis: PM Modi


Menekankan perlunya menanamkan pembelajaran dalam bahasa yang dipahami siswa, Perdana Menteri Narendra Modi pada hari Jumat meminta siswa untuk terlibat dalam pemikiran kritis dan mempelajari hal-hal baru.

Perdana Menteri mengatakan bahwa ‘mantra’ baru untuk pembelajaran zaman baru adalah ‘Engage, Explore, Experience, Express, and Excel’.

Dia berbicara pada konklaf dua hari tentang ‘Pendidikan Sekolah di Abad 21’ di bawah kebijakan Pendidikan Nasional baru 2020.

Ikuti NewsGram di Indonesia untuk pembaruan lebih lanjut.

“Kami harus membawa siswa maju di abad ke-21 dengan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, rasa ingin tahu, dan komunikasi.”

Berpikir Kritis memungkinkan untuk membuat keputusan yang masuk akal dan dapat dipertahankan tentang masalah yang berkaitan dengan kesejahteraan individu dan komunitas. Unsplash

Dia menekankan bahwa pelajaran mata pelajaran harus dilakukan dalam bahasa yang mudah dipahami siswa. Itulah alasan mengapa banyak negara memberikan pendidikan dasar dalam bahasa ibu anak.

“Pendidikan hingga Kelas 5 harus dalam bahasa ibu saja, tapi bukan berarti tidak ada bahasa lain yang bisa diajarkan,” kata Modi.

Perdana Menteri mengatakan bahwa lembar penilaian telah menjadi “lembar tekanan mental” bagi anak-anak, dan NEP 2020 bertujuan untuk menghilangkan tekanan ini. Juga, para guru harus belajar dan juga melupakan banyak hal di bawah NEP yang baru, tambahnya.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu seminggu, pemerintah Union telah mendapat sekitar 15 lakh umpan balik tentang bagaimana menerapkan kebijakan pendidikan baru.

Baca Juga: Kampanye Baru Atasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Seksual Saat Covid-19

Perdana Menteri mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme mahasiswa dan mengajak mereka untuk mengembangkan kemampuan matematika dan sains, khususnya di bidang robotika dan ilmu data karena pembelajaran kedepannya akan lebih mengandalkan Artificial Intelligence.

Dikatakannya, kebijakan pendidikan yang baru merupakan harapan baru untuk masa depan sedangkan kebijakan sebelumnya didasarkan pada nilai ujian dan aliran tertentu. Namun, NEP baru akan fokus pada pembelajaran, imbuhnya. (IANS)


Diposting Oleh : Pengeluaran SGP